Speed, Fast Moves, Tactics, Formations dan Defending
Situs sepakbola ASEAN telah menerbitkan sebuah artikel yang
sangat bagus bagi kita
yang ingin belajar bermain futsal dengan benar.
Lima prinsip dasar dalam bermain futsal
yang bisa kita terapkan saat
berlatih maupun bermain futsal. Kami jamin, jika Anda mencoba
menerapkan
lima prinsip dasar berikut, permainan Anda juga tim Anda pasti jauh
lebih baik.
Manfaatnya, bagi Anda yang lebih menggeluti sepakbola,
futsal bisa meningkatkan kualitas
permainan Anda.
“Saya bermain futsal dan telah membantu banyak,” kata Deco seperti pernah diungkapkan
kepada laman UEFA.
Ronaldinho yang memang sangat menggemari olahraga 5 lawan 5 ini juga
menyebut telah
belajar bermain futsal sejak umur sembilan tahun hingga
16 tahun. Wajar bila skill Dinho
luar biasa bagus.
Berikut lima prinsip dasar bermain futsal.
Speed
Kecepatan menjadi prinsip dasar paling utama dalam permainan futsal.
Mengingat lapangan futsal yang kecil, tak ada ruang dan waktu bagi kita
untuk berlama-lama dengan bola. Setiap pemain harus bergerak dengan
cepat untuk menciptakan ruangan.
Fast Moves
Bergerak dengan cepat. Satu paket dengan kecepatan.
Bergerak dengan
cepat cenderung lebih diutamakan ketika bermain sebagai tim.
Saat
menciptakan ruang, pertukaran posisi tentunya harus dilakukan secepat
mungkin.
Tanpa cara ini, akan sanat sukar membuka ruang tembak atau
setidaknya menciptakan peluang.
Tactics
Dalam bermain futsal, pelatih boleh sekehendak hati mengganti pemain
selama pertandingan.
Untuk menjaga stamina tim, kadang mengganti 1
persatu secara rotasi, atau dua sekaligus.
Bahkan di beberapa tim,
menciptakan dua tim dengan mengganti
4 pemain sekaligus dengan tim baru
dari bangku cadangan. Jika dalam kondisi mendesak,
bukan tak mungkin,
penjaga gawang diganti pemain outfield alias bermain power play.
Formations
Inilah yang membedakan gaya permainan tiap tim futsal. Sistem 4-0
saat ini menjadi favorit
dengan melihat permainan Spanyol yang luar
biasa bagus.
Transisi dari formasi ini bisa bervariasi. Kadang ketika
mencari keseimbangan
cukup menjadi 2-2 atau malah secara ekstrim menjadi
0-4.
Di Indonesia sendiri banyak yang menyukai kombinasi formasi 3-1
dengan variasi 1-2-1.
Mengingat tipikal permainan kita cenderung statis
dan tak mau ambil resiko.
Namun pada prinsipnya, formasi akan berbuah
tergantung situasi di lapangan.
Defending
Uniknya futsal, bertahan dijadikan patokan, alih-alih menyerang.
Karena jika pertahanan telah sempurna, ketika lawan kehilangan bola,
secepat kilat kita bisa berganti menyerang dengan counter attack super
kilat.
Cara bertahan sistem zona (zonal marking) secara perlahan mulai
ditinggalkan.
Sistem man-to-man marking dianggap lebih fleksibel, meski
kita mampu menerapkan
secara menyeluruh dalam sebuah kesatuan tim.
Perhatikan cara bertahan Brasil.
Pemain-pemain mereka bergerak menjaga
lawan langsung ketika lawan mulai membangun serangan.